Kebiasaan saya, refresh halaman utama Dagdigdugâ„¢ dengan mengklik header-nya, atau pencet tombol F5 pada papan kunci saya untuk melihat posting-posting baru dari keluarga Dagdigdugâ„¢. Kali ini —dalam modus ter-login— tanpa sengaja klik saya mengenai url `Daftar sekarang juga` pada header hingga muncullah form seperti gambar —yang saya capture dari Dagdigdugâ„¢— tersebut di atas. Bagi saya form tersebut mempunyai arti yang sangat dalam efek psikologisnya.
There is no limit to the number of blogs you can have, so create to your heart’s content, but blog responsibly.
If you’re not going to use a great blog domain, leave it for a new user. Now have at it!
Sungguh, bagi saya itu adalah himbauan yang sangat santun dari Dagdigdugâ„¢. Beginilah menurut saya dedikasi pengelola portal ini yang sesungguhnya. Intinya, `berbagilah…` Sebuah detail yang menakjubkan bagi saya.
Keep it up…
Kasus:
Microsoft® Windows™ XP Pro SP2 kemasan CD tidak dapat mengenali chipset Intel® 82801GBM SATA AHCI Controller (Mobile-ICH7M) sehingga pada saat instalasi harddisk SATA dianggap tidak ada.
Solusi:
Melakukan pemutakhiran pustaka (driver) pada sistem operasi versi kemasaan CD.
Peralatan:
- Perangkat lunak berlisensi freeware nLiteâ„¢ versi 1.4.5 beta2 sebesar 2576KB yang dapat diunduh dari sana atau dari sini.
- Berkas pemutakhir OS untuk chipset Intel® 82801GBM SATA AHCI Controller (Mobile-ICH7M) sebesar 169KB versi penulis, silakan unduh dari sini.
Catatan:
Pada metode instalasi desktop PC dengan kelengkapan floppy disk drive tidak akan menemui kendala berarti karena pada saat instalasi, pemutakhiran dapat diarahkan ke media floppy disk. Namun pada metode instalasi perangkat `floppyless` semacam notebook keluaran masa kini menurut saya akan sangat menyulitkan. Untuk metode instalasi ke-2 itulah posting ini saya tulis.
Tak terasa, telepon genggam selular saya ini sudah saya pergunakan selama 5 tahun. Satu hal yang masih saya banggakan dari salah perangkat kesayangan saya itu adalah kehandalannya. Spesifikasi bisa ditilik dari sini yang notabene pada jamannya menurut saya sudah kaya fitur. Pun sampai saat ini saya belum pernah merasa kekurangan fitur dari telepon genggam —yang menurut saya— istimewa ini. Satu hal yang sangat membuat saya enggan untuk menggantikannya adalah pada daya tahan batre. Sekedar informasi, kira-kira batre dapat bertahan antara 2 sampai 3 hari untuk kondisi pemakaian yang sibuk.
Sudah hampir 2 bulan sejak notebook ini saya beli dari salah satu toko di sini, ketika saya ditugaskan oleh kantor-kantoran untuk mengikuti pameran furnitur di negeri itu.
Tidak seperti notebook saya sebelumnya yang terpaksa harus tergantikan oleh Lenovoâ„¢, sampai saat ini saya masih belum juga familiar dengan tata letak papan kuncinya.
Tombol navigasi gulung atas (PgUp) dan gulung bawah (PgDn) masih sering mengacaukan penyuntingan yang sedang saya lakukan. Kombinasi tombol fungsi harus dilakukan untuk bisa mendapatkan navigasi awal (Home) atau navigasi akhir (End) yang menurut saya ini adalah hal sulit. Sementara tombol fungsi (Fn) selalu saja saya anggap sebagai tombol kontrol.
Saya tidak tahu mengapa disain tata letak papan kunci Lenovo™ menurut saya menyulitkan. Apakah Lenovo™ memang benar-benar lain dari IBM®? Saya tidak tahu pasti. Yang jelas saya adalah salah satu IBM® minded.
Kira-kira ada nggak ya, yang sanggup bersabar-sabar melakukan instalasi sistem operasi dengan cara seperti itu? Benda yang satu ini sepertinya sudah langka tergilas jenis media simpan lain berkapasitas kingkong namun berwujud kecil dan juga praktis. Ketika saya masih sekolah dulu, bawa benda macem begini rasanya pede sekali. Sekarang meski bawa notebook kelas wahid dan super tipis, rasanya lumrah-lumrah saja.
jelaskan padaku isi hatimu,
seberrapa besarr kau yakin padaku,
untuk tetap bisa berrtahan denganku,
menjaga cinta ini…
perrtengkarran yang terrjadi,
seperrti semua salahku…
mengapa s`lalu aku yang mengalah,
tak perrnahkah kau berrpikir,
sedikit tentang hatiku…
mengapa `ku yang harrus slalu mengalah,
pantaskah hatiku masih bisa berrsamamu…
jelaskan padaku isi hatimu,
seberrapa besarr kau yakin padaku,
untuk tetap bisa berrtahan denganku,
menjaga cinta ini…
Saya ingin menggunakan WordPressâ„¢ untuk situs komersil. Kebetulan saya tidak dapat memahami 100% isi dari GPL yang saya dapatkan dari sini.
Adakah di antara pembaca sekalian yang dapat menjelaskan GPL WordPressâ„¢ tersebut kepada saya?
Salam,
Seharian ini saya mencoba utak-utik WordPressâ„¢. Menjelajah semua menu di Dagdigdug wp-admin saya. Googling pun saya lakukan guna mencari informasi bagaimana cara menghias blog saya selain menggunakan built-in themes. RiverMaya menjawab keingintahuan saya tersebut.
Kesimpulannya, tanpa mempunyai hosting —yang telah di-setup WordPressâ„¢— sendiri, ternyata tidak bisa menambah themes. Tentulah demikian, layanan blog tak berbayar memang seyogyanya mempunyai limitasi.
Demikianlah…
Minggu ini ada perubahan dalam diri saya sejak saya membaca buku “The Secret“, karya Rhonda Byrne. Meski belum seluruhnya terbaca, sebagian prinsip-prinsip dasar yang diajarkan dalam buku itu telah saya praktekkan menurut penafsiran saya sendiri.
Objective:
“Meminta, membayangkan dan merasakan tidak terlambat masuk kantor”
Cara lama:
Saya bersikeras (baca:`ngotot`) untuk tidak terlambat masuk kantor esok hari. Yang terbayang dalam benak saya saat itu adalah keadaan saya yang tergesa-gesa supaya tidak terlambat. Hanya sebatas itu ketika saya menginginkannya.
Seperti biasa, kangen sama mas Enda, register di Dagdigdug dot Com, setel sana, setel sini, jadilah blog saya ini. Dari dulu saya ingin memulai nge-blog. Ini kali ke-4 saya mencoba lantaran saya termasuk pemalas. Mungkin ini cinta ke-4 saya terhadap makhluk berjuluk blog ini. Semoga…
